Friday, February 28, 2014

Artikel (Cheetah)


Cheetah
Gerakannya gesit, sehingga dapat berbelok dengan kecepatan tinggi saat mengejar mangsanya. Tapi, ada satu kelemahan cheetah.
Kucing besar ini dikenal sebagai makhluk tercepat di daratan. Dengan akselerasinya, cheetah (Acinonyx jubatus) dapat mempecundangi sebagian besar mobil. Cheetah dapat berlari dengan meningkatkan kecepatan dari 0 sampai 60 mil (90 km) per jam, hanya dalam waktu 3 detik.
Cheetah (atau citah) tergolong ke dalam keluarga kucing (Family: Felidae), sebagian besar habitatnya berada di Afrika dan sebagian Timur Tengah. Cheetah adalah satu-satunya spesies anggota genus Acinonyx.
·        Karakteristik
Dada cheetah agak ke dalam dan memiliki pinggang yang ramping. Bulunya yang pendek dan kasar, berwarna coklat muda dengan bintik-bintik hitam yang berukuran 2-3 cm (0,79 - 1,2 inci), yang berguna untuk berkamuflase saat mengintai mangsanya. Bintik hitam ini juga ada di ekor yang bergabung dengan 4 sampai 6 cincin hitam di ujungnya. Namun, bagian bawah tubuhnya tidak ada bintik ini. Bulu di ujung ekornya lebat dan berwarna putih.
Cheetah memiliki kepala yang kecil dengan “tanda air mata” berwarna hitam yang menyusuri di kedua sisi hidungnya dari sudut mata ke mulut. Tanda inilah yang menjadi ciri khas cheetah dan yang membedakannya terutama dengan macan tutul yang memiliki corak yang hampir sama. Tanda ini berguna untuk melindungi matanya dari cahaya matahari serta membantunya dalam berburu dan untuk melihat jarak yang jauh.
Berat cheetah dewasa berkisar antara 21 sampai 72 kg (46 - 60 lb). Total panjang kepala dan tubuhnya di antara 110 - 150 cm (43 - 59 inci), sementara panjang ekor di antara 60 - 84 cm (24 - 33 inci). Tingginya sekitar 66 - 94 cm yang dihhitung sampai ke bahu. Pejantan memiliki tubuh dan kepala yang sedikit lebih besar daripada betina. Tetapi, tidak ada variasi ukuran pada cheetah yang membedakan antara jantan dan betina, sehingga sulit untuk mengetahui jenis kelamin hanya dengan melihatnya saja. Bila dibandingkan dengan macan tutul yang berukuran sama, tubuh cheetah sebenarnya lebih pendek, namun memiliki ekor yang panjang serta lebih tinggi (rata-rata 90 cm), sehingga cheetah terlihat lebih ramping.
·        Habitat
Ada beberapa populasi cheetah yang terisolasi secara geografis, semuanya ditemukan di Afrika dan di barat daya Asia. Sejumlah kecil populasi (diperkirakan ada 50) yang hidup di propinsi Khorasan, Iran, dilindungi oleh oleh para pelestari hewan. Hal yang mungkin tapi masih diragukan, bahwa beberapa citah ada yang hidup di India. Ada juga beberapa laporan yang belum dikonfirmasi, mengenai Cheetah Asiatic berada di Propinsi Balokistan - Pakistan, setidaknya ditemukan seekor yang telah mati baru-baru ini.
Cheetah hidup makmur di daerah yang terhampar dengan luas, dimana terdapat banyak mangsa mereka. Mereka suka hidup di biotop terbuka - seperti di daerah semi-gurun, padang rumput, dan semak-semak tebal, yang dapat ditemukan di berbagai haitat. Di Namibia misalnya, mereka hidup di padang rumput, sabana, daerah yang padat vegetasi, dan di pegunungan. Diperkirakan kini, hanya ada 7.000 hingga 10.00 kucing besar ini yang tersisa. Mungkin mereka tertekan karena padang rumput terbuka mereka kini semakin berkurang yang disebabkan pemukiman penduduk.
·        Perburuan
Cheetah adalah hewan karnivora yang mangnyanya sebagian besar mamalia dengan berat di bawah 40 kg (88 lb). Mangsa mereka umumnya adalah rusa (seperti Rusa Thomson danRusa Grant), springbok (sejenis antelop), dan impala. Terkadang, mereka juga mengincar Wildebeest (sejenis antelop menyerupai banteng) dan Zebra muda, dengan berburu secara berkelompok. Ayam Guinea dan kelinci juga merupakan mangsa mereka. Sementara kucing besar lainnya berburu di malam hari, cheetah adalah pemburu di siang hari. Mereka berburu baik di awal-awal pagi maupun di akhir sore hari, dengan masih ada cahaya yang cukup menerangi.
Cheetah cenderung berburu dengan menggunakan penglihatan dibandingkan dengan mengandalkan penciuman. Mereka mengintai mangsanya terlebih dahulu dalam jarak 10-30 m (33 - 98 kaki), lalu kemudian mengejarnya. Sebelum melancarkan serangan, cheetah menggunakan penglihatan mereka yang luar biasa untuk mengamati lingkungan mereka untuk mencari mangsa. Cheetah sangat ahli dalam mengintai dengan pergerakanyang yang diam-diam, dan totol hitam yang membuat ia hampir tak terlihat bagi mangsanya karena membaur dengan rerumputan kering yang tinggi.
Saat waktu yang tepat tiba, cheetah akan berlari kencang mengejar mangsanya dan berupanya menjatuhkannya. Gerakannya gesit, sehingga dapat berbelok dengan kecepatan tinggi saat mengejar mangsanya. Tapi, ada satu kelemahan cheetah. Pengejaran yang dilakukan dengan kecepatan tinggi ini akan menguras banyak tenaga, sehingga hanya bertahan kurang dari satu menit. Tingkat keberhasilan berburunya yaitu sekitar 50%. Kalau berhasil, cheetah akan langsung menyeret hasil buruannya ke tempat tersembunyi, agar tidak dicuri oleh rivalnya (misalnya heyna) sebelum dimakan.
Berlarri dengan kecepatan yang tinggi, menmbuat banyak tegangan pada otot-otot cheetah. Saat berlari, temperatur tubuh cheetah meningkat dengan cepat. Bila mereka kesulitan mengejar mangsanya, mereka butuh waktu lebih setengah jam untuk beristirahat.
Cheetah membunuh dengan cara menjatuhkan mangsanya saat pengejaran, lalu menggigit di bagian bawah tenggorokan untuk mencekik mangsanya itu; cheetah tidak cukup kuat untuk mematahkan sebagian besar tangkapannya. Gigitan itu juga dapat melukai pembuluh darah yang penting yang ada di leher. Setelah tangkapannya mati, cheetah lalu memakannya sebelum predator yang lebih kuat datang.
Menu santapan chetaan bergantung di daerah mana mereka tinggal. Misalnya, di dataran Afrika Timur, mereka lebih memilih rusa Thomson. Antelop yang

Friday, January 24, 2014

Artikel ( LIMA AMALAN YANG MENJADI PENERANG KEGELAPAN )


[ LIMA AMALAN YANG MENJADI PENERANG KEGELAPAN ]

Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata:
"Kegelapan itu ada lima dan lampu penerangnya pun ada lima, yaitu:
1. Cinta dunia adalah suatu kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah ketaqwaan.
2. Berbuat dosa adalah suatu kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah bertobat.
3. Kubur adalah kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah bacaan: 'Laa ilaaha illallooh Muhammadur Rosuulullooh.'
4. Alam akhirat itu penuh kegelapan, sedangkan penerangnya adalah amal shalih.
5. Shirath (jembatan penyeberangan di atas neraka) sangat gelap, sedangkan penerangnya adalah yaqin.

Berkaitan dengan poin 1, Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Cinta dunia adalah biang segala kesalahan." (HR. Baihaqi, dari Hasan Al-Bashri)

Imam Al-Ghazali mengomentari Hadits di atas sebagai berikut: "Sebagaimana dikatakan bahwa mencintai dunia itu adalah biang segala kesalahan, maka membenci dunia adalah biang segala kebaikan."

Nabi s.a.w. juga bersabda:
"Sungguh, tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena ketaqwaan kepada Allah s.w.t, melainkan Allah akan memberi ganti dengan yang lebih baik kepadamu." (HR. Ahmad dan Nasa'i)

Berkaitan dengan poin 2, Nabi s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya bila seorang hamba melakukan dosa satu kali, maka di dalam hatinya timbul satu titik noda hitam. Apabila ia berhenti dari perbuatan dosanya dan memohon ampun serta bertobat, maka bersihlah hatinya. Jika ia kembali berbuat dosa, maka bertambah hitamlah titik nodanya itu sampai memenuhi hatinya. Inilah arroon (penutup hati) sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah dalam (QS. Al-Muthaffifiin (83): 14): 'Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya dosa yang selalu mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.'" (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Nasa'i, Ibnu Hibban, dan hakim)

Berkaitan dengan poin 3, Nabi s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya Allah ta'ala mengharamkan masuk neraka bagi orang yang membaca laa ilaaha illallooh dengan niat semata-mata karena Allah ta'ala." (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah s.a.w. juga bersabda:
"Barangsiapa membaca dengan ikhlas kalimat laa ilaaha illallooh, maka ia akan masuk surga." Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, apa wujud keikhlasannya?" Beliau menjawab: "Kalimat laa ilaaha illallooh tersebut dapat mencegah kalian dari segala sesuatu yang diharamkan Allah kepada kalian." (HR. Al-Khatib)

Berkaitan dengan poin 4, amal shalih, Nabi s.a.w. pernah bersabda:
"Sesungguhnya Allah suka jika rukhshah-Nya dilaksanakan sebagaimana Allah suka jika 'azimah-Nya dilaksanakan. Sesungguhnya Allah telah mengutus aku dengan membawa agama yang mudah, yaitu agama Nabi Ibrahim a.s." (HR. Ibnu Asakir)

('Azimah adalah aturan pokok dari Allah yang harus dikerjakan, seperti shalat Zhuhur harus dikerjakan sebanyak 4 raka'at. Rukhshah adalah bentuk keringanan dari Allah yang boleh dikerjakan, seperti menqashar shalat Zhuhur menjadi 2 raka'at bagi musafir)

Berkaitan dengan poin 5, penerang shirath adalah yaqin. Yaqin adalah membenarkan dengan sepenuh hati segala hal ghaib dengan menghilangkan segala bentuk keraguan.

Friday, January 17, 2014

Karya Sahabat (Puisi)



RASAKU
Melepasmu... Mungkinkah?
Menjauhimu... Bisakah?
Dikau membunuhku sayang api surya membara
 Tertunduk malu lihat megah api rinduku padamu
Bulanpun sembunyi di balik awan
Tak kuasa tatap sinar cintaku untukmu
 rindu akan dirimu siksa diriku
Cintamu lelehkanku
Harus apa diriku tuk lihatmu lagi?
Kau hisap daya hidupku dengan cintmu

SIKSA
Sakit... Tak bisakah kau dengar jeritku?
Pilu... Tak bisakah kau rasa ngiluku?  
Butamu liat sakitku… Tulimu dengar jerit tangisku…
Kau dera kau siksa kau perah Segala menadah luka
Dan kutak dapat apa-apa
Hanya tinggal menunggu Biar waktu yang bicara

MATI
 Hitam, gelap, butakanku
Inikah duniamu?
Sakit, darah, mati, tangis segalanya bertemu satu
Bagai reuni malaikat maut
Inikah bau kematian?
 jauh dari semua angan begitu manis lembut
Kuulurkan sisa-sisa nafasku tuk lunasi semua hutangku
Yang kelak di minta oleh-Nya




Karya:  Tisa Yulia, alumni MAN 2 Banjarnegara, dari jurusan IPA,
           Fb-


Monday, December 30, 2013

Artikel (Hukum Islam dalam menyambut / merayakan Tahun Baru Masehi 2)


Hukum Islam dalam menyambut / merayakan Tahun Baru Masehi 2
بِسْمِ الّلهِ الرَّ حْمنِ الرَّ حِيمِ


Assalamu’alaikum sobat. Bagaimana kabar kah. Semoga sehat senantiasa. Amin
Postinganku kali ini akan membahas tentang tahun baru, maksudnya tahun baru Masehi dalam pandangan islam, yang kuambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.
Saudaraku sebentar lagi kita akan kedatangan tahun yang baru, 2014. Dengan datangnya itu kita semakin menyusut umur kita. Namun sudahkah amal banyakkah amal kita untuk dipertanggung jawakan pada Allah Azza wa Jalla? Ya mudah-mudahan kita termasuk orang yang beruntung. amin
Baik ini ulasan tentang merayakan tahyn baru yang insya Allah sebentar lagi. Sebelumnya segala puji bagi Allah SWT. yang selalu melimpahkan Rahmat-Nya pada kita semua. Adalah sudah menjadi kewajiban kita, yakni selaku seorang Muslim, untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata 'ala disetiap tempat, dan disetiap keadaan. Dan tentunya segala puji hanya bagi Allah Azza wajalla, kepada-Nya kita memberikan sanjungan , memohon pertolongan dan ampunan. Dan Hanya Kepada-Nya lah, kita senantiasa berlindung dari kejahatan diri dan keburukan amal perbuatan kita. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada penghulu para Nabi dan atas keluarganya, dan para sahabatnya. Semoga Allah Azza Wa jalla menyatukan kita semua untuk senantiasa mencintai-Nya dan mengikuti Sunnah Rasul-Nya hingga akhir hayat.
Dari berbagai sumber terdapat fatwa-fatwa Ulama, yang tak diragukan lagi ke-Istiqomahannya didalam menegakkan Al-Qur’an dan As-Sunnah Nabawiyah yang shohiih didalam kehidupan mereka. Mereka para Ulama-ulama yang tergabung di dalam Komite Permanen untuk Penelitian Islam dan Fatwa yang berdomisili di Saudi Arabia, atau yang dikenal dengan Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Ilmiah wal Ifta, diketuai oleh Syaikh 'Abdul-'Aziz bin 'Abdullaah bin Muhammad aalus-Syaikh, dengan Wakil Ketua Syaikh 'Abdullaah Ibnu 'Abdur-Rahmaan al-Ghudayyaan, yang beranggotakan Syaikh Saalih bin Fauzaan al-Fauzaan serta syaikh Bakar bin 'Abdullaah Abu Zaid telah mengeluarkan fatwa-fatwa mengenai Hukum Islam dalam Perayaan atau Menyambut tahun Baru Masehi, karna mereka (para ulama tersebut) melihat hal ini amatlah urgen dijaman sekarang ini, dimana kita ketahui saat ini, telah terjadi pen-campur-adukan antara al-haq dan al-batil atas kebanyakan orang. Dan terlihat dengan jelas segala upaya yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam, untuk menghilangkan kebenaran islam, dan memadamkan cahayanya, sebagai bentuk menjauhkan kaum muslimin dari agamanya serta menghilangkan jalan yang memungkinkan untuk kembali pada Dienul Islam yang haq. Selain itu, marak sekarang ini propaganda, dalam upaya memperburuk citra Islam, dengan melakukan kebohongan-kebohongan atasnya, yang dimaksudkan untuk menghalangi seluruh manusia dari jalan Allah dan dari beriman kepada wahyu yang diturunkan atas Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam.
Sungguh saudaraku, banyak sekali, dalil-dalil dari al Kitab dan as-Sunnah, serta atsar-atsar yang shahih (dari Sahabat dan lainnya), yang melarang kita kaum muslimin untuk menyerupai orang-orang kafir, di dalam hal yang menjadi ciri, dan kekhususan mereka. Salah satunya yakni menyerupai mereka (orang-orang kafir) dalam festival hari-hari besar, dan pesta-pesta mereka.
Jadi, setiap perbuatan yang mereka ada-adakan di berbagai tempat, atau waktu-waktu keagamaan mereka, yang mana hal tersebut termasuk hari besar atau 'Ied mereka. Maka hal tersebut terlarang didalam Islam. Selain itu, larangannya bukan hanya atas hari-hari besar yang khusus buat mereka saja, akan tetapi setiap waktu dan tempat, yang mereka kaum kafirin rayakan atau agungkan, yang sesungguhnya tidak ada landasannya di dalam Dienul Islam. Maka itu juga terlarang. Demikian pula perbuatan-perbuatan yang mereka ada-adakan di dalamnya, juga termasuk ke dalam hal itu. Ditambah lagi dengan hari-hari sebelum dan sesudahnya, yang nilai religiusnya bagi mereka sama saja, semua nya terlarang untuk diikuti dan dirayakan oleh kaum muslimin.
Untuk lebih jelasnya, berikut kami sampaikan beberapa fatwa dari Al-Lajnah ad Daimah lil Buhuts al ‘Ilmiyyah wa al ifta, sebagai kelanjutan dari fatwa-fatwa yang telah kami sampaikan pada postingan sebelumnya.
Dimana Sebelum ana lanjutkan postingan ke fatwa –fatwa selanjutnya, para ulama yang tergabung dalam Al-Lajnah ad Daimah lil Buhuts al ‘Ilmiyyah wa al ifta tersebut, membawakan beberapa dalil dari hadits.
Dari Tsabit bin Adl Dlahhak Radhiyallahu 'anhu, (bahwasanya) dia berkata, "Seorang laki-laki telah bernadzar pada masa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, untuk menyembelih onta sebagai qurban di Buwanah. Lalu dia mendatangi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sembari berkata "Sesungguhnya aku telah bernadzar untuk menyembelih onta sebagai qurban di Buwanah. Lalu Nabi (Shallallahu 'alaihi wa sallam) bertanya, “Apakah didalamnya terdapat salah satu dari berhala-berhala Jahiliyyah yang disembah disana ? . Mereka menjawab, 'Tidak !'. Beliau (Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa sallam) bertanya lagi. “Apakah didalamnya terdapat salah satu dari hari-hari besar mereka ?'. Mereka menjawab, 'Tidak !'. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam (kemudian) bersabda, “Tepatilah nadzarmu, karena tidak perlu menepati nadzar di dalam berbuat maksiat kepada Allah, dan di dalam hal yang tidak dipunyai (tidak mampu dilakukan) oleh manusia" Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud. Dengan nomor hadits : 1134.
( Hadits berikutnya ) Umar Ibnu al-Khaththab Radhiyallahu 'anhu berkata, "Janganlah kalian mengunjungi kaum musyrikin di gereja-gereja ( dirumah-rumah ibadah) mereka, pada hari besar mereka, karena sesungguhnya kemurkaan Allah akan turun atas mereka" Umar Ibn Al Khaththab Radiyallahu ‘anhu berkata lagi, "Hindarilah musuh-musuh Allah pada momentum hari-hari besar mereka". Hadits ini derajatnya Sahih, dan diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Musannaf dan disahihkan oleh Ibn Taymiyyah.
(Kemudian) Diriwayatkan oleh Abdullah Ibn Amr bin al ‘Aas Radliyallahu ‘anhumaa, ia berkata, "Barangsiapa yang berdiam di negeri-negeri orang asing, lalu membuat tahun baru dan festival (Nairuuz) serta menyerupai mereka hingga dia mati dalam kondisi demikian, maka kelak dia akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama mereka" Namun hadits ini derajatnya Dhoif, yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi selain itu Syakhul Islam Ibnu Taymiyyah juga menyatakan lemah dalam Iqtidaa. as-Siraat al-Mustaqim.
Adapun fatwa yang ke-empat yang dikeluarkan Al-Lajnah ad Daimah lil Buhuts al ‘Ilmiyyah wa al ifta berkaitan dengan hal tersebut yakni : Merayakan hari-hari besar orang-orang kafir, juga dilarang karena alasan-alasan yang banyak sekali, diantaranya : Mereka (Muslimin) menyerupai mereka dalam sebagian hari besar mereka, yang membikin mereka otomatis bersukaria, dan membuat mereka berlapang-dada terhadap kebatilan yang sedang mereka lakukan. (Kaum Muslimin) menyerupai mereka dalam gerak-gerik, dan bentuk pada hal-hal yang bersifat lahiriah, akan mengandung konsekwensi menyerupai mereka pula, dalam gerakan dan bentuk pada hal-hal yang berupa keyakinan sesat, melalui cara tersembunyi, dan bertahap lagi tersamarkan. Dampak negatif yang paling besar dari hal itu adalah, adanya kecintaan batin yang berupa kekaguman dan loyalitas. (dimana) Mencintai dan mengagumi mereka dapat meniadakan keimanan, sebagaimana firman Allah Ta’ala :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا
الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ
أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ
فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Qur’an Surah Al Maaidah ayat 51).
Dan firman Allah Surah Al-Mujadillah ayat 22 :
لاَ تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ
يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
" Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya "
Kemudian fatwa yang Kelima. Berbunyi :
Menurut penjelasan yang telah dikemukakan di atas, maka tidak boleh hukumnya seorang Muslim yang beriman kepada Allah sebagai Rabb, dan Islam sebagai agama, serta Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam sebagai Nabi dan Rasul, mengadakan perayaan-perayaan hari-hari besar, yang tidak ada landasannya dalam dien Islam, termasuk diantaranya yang disebut perayaan 'Milenium' tersebut. Juga, tidak boleh hadir pada acaranya, berpartisipasi, dan membantu dalam pelaksanaannya dalam bentuk

Sunday, November 24, 2013

Hikmah Al Qur’an (Ceritaku)


Hikmah Al Qur’an
Krik-krik suara jangkrik di luar merasuk kedalam telingaku. Udara pagi yang sejuk nan bersih dari kotoran debu. Kumerlihat dari jendela suasana masih remang-remang untuk di pandang. Namun udara pagi menyambutku dengan kesejukannya yang menandakan cuaca cerah. Di dalam kamar tidurku setelah shalat subuh, kumenikmati hari ini sambil membaca Al Qur’an. Satu ruku selesai dari ayat 22-31, aku langsung menterjemahkan dari tiap-tiap ayat-ayat yang telah Aku baca tadi. Setelah Aku baca semua Aku terpaku pada ayat ke 23 dan 24 surat Al-Kahfi, yang artinya:

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi. kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah"[879]. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini." (QS Al kahfi 23-24).

[879]. Menurut riwayat, ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada Nabi Muhammad s.a.w. tentang roh, kisah ashhabul kahfi (penghuni gua) dan kisah Dzulqarnain lalu beliau menjawab, datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan. Dan beliau tidak mengucapkan Insya Allah (artinya jika Allah menghendaki). Tapi kiranya sampai besok harinya wahyu terlambat datang untuk menceritakan hal-hal tersebut dan Nabi tidak dapat menjawabnya. Maka turunlah ayat 233-24 di atas, sebagai pelajaran kepada Nabi; Allah mengingatkan pula bilamana Nabi lupa menyebut Insya Allah haruslah segera menyebutkannya kemudian.
Subhanalloh begitu luar biasa nan indah ayat ini. Ayat ini membuka pengetahuan baru untukku. Selain pengetahuan semoga imanku juga bertamah. Maha Suci Engkau ya Allah yang selalu memberiku karunia yang besar berupa akal, karena dengan akal inilah aku bias menerima kebenaran-Mu. Dalam ayat itu Aku diajarkan agar setiap ada perjanjian dengan seseorang harus menyebut nama Allah sebagai saksi. Dengan begitu Allah akan memberi waktu untuk bertemu dengannya. Selama hidupku ini, Aku baru mengetahuinya. Maklum, baru kali ini juga Aku membacanya. Hehee:-D
Sungguh luar biasa Al Qur’an itu. Kitab yang turun dari Tuhan Yang Maha Mulia, yang memiliki ilmu yang Maha Luas, milik_Nyalah semua kebenaran. Yang diturunkan melalui orang yang terpuji lagi mulia, Muhammad Saw. dengan penuh hikmah. Alhamdulilah Aku mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat untuku, semoga Aku bisa mengamalkannya. Insya Allah.

Ya Rob, Ampunilah dosa-dosaku, sesengguhnya Engkau Maha Pengampun Dan berilah kekuatan serta petunjuk, seseungguhnya Engkau sebaik-baik pemberi petunjuk.” Amien…